“ dont disturb me, i need alone”. Dengan memasang earphnone di telingga , kata-kata itu sudah terwakili oleh kebiasaan saya ini. Mengengar lagu sambil membaca buku seakan membuai pada dunia saya sendiri . “ autism atau anti-sosial.red”. Entahlah, saya binggung untuk menyebutnya apa. Ini bukan kelainan mental yang saya dapatkan karena kerusakan sel saraf atau genetik dari orang tua saya. Tapi lebih pada trauma yang saya dapatkan di kota ini. Continue reading
