please!!

dont disturb me, i need alone”.  Dengan memasang earphnone di telingga , kata-kata itu sudah terwakili oleh kebiasaan saya ini. Mengengar lagu sambil membaca buku seakan membuai pada dunia saya sendiri . “ autism atau anti-sosial.red”. Entahlah, saya binggung untuk menyebutnya apa. Ini bukan kelainan mental  yang saya dapatkan karena kerusakan sel saraf atau genetik dari orang tua saya. Tapi lebih pada trauma yang saya dapatkan di kota ini. Continue reading

Surat Kaleng Karimun Belanda




Dutch Innovation , In my Opinion

21 Februari 1997

Dear sobat..

Entah mengapa jemari ini terusik untuk menulis surat untukmu..bagaimana kabarmu sobat? Ayah selalu menanyakan kabarmu ‘ adakah oleh-oleh keju keju untukku lagi? Hehehe… Ya ayah selalu begitu, pikirannya hanya ada keju, keju, dan keju ketika mengingat dirimu. Maklumlah bagi ayah keju makanan termahal yang pernah ia makan dan itupun ia dapatkan karena oleh-oleh darimu.

Sebulan yang lalu panen ayah gagal. Banjir melanda sawah kami. Huuh sobat, kau tahu apa yang aku pikirkan? Hidup itu gag adil, Hidup kami miskin, tambah miskin. Tapi sudahlah, warna hidupku seperti itu dan aku harus menerimanya. Suatu malam ayah pernah berkata kepadaku, ‘Apakah yang engkau rencanakanuntuk masa depanku?’ Jujur aku ingin katakan ‘ aku hanya ingin melanjutkan sekolah ayah, aku ingin pintar, aku ingin seperti mereka, anak-anak kota yang punya gelar pendidikan.Aku mau buktikan wong deso seperti ku mampu untuk meraihya.’ Namun kau tahu sobat, Lidahku terasa membeku ketika kulihat raut letih diwajah ayah. ‘Ayah aku hanya ingin tetap bisa mebantumu untuk mengurusi sawah. Tak banyak yang aku pikirkan selain itu ayah.’ Itulah kata yang keluar dari bibirku.

Sobat, sungguh aku ingin sepertimu.dapat mengecap pendidikan yang jauh lebih bermakna dibandingkan yang aku alami sekarang ini. entah bagaimana aku dapat mengubah nasib keluarga kami kalau aku seperti ini terus. Continue reading