Ketika di tanya pada ibu atau calon ibu ” tahu gag apa itu IMD ? “. Kebanyakan dari mereka belum ngeh dengan istilah tersebut. Apalagi jika objek pertanyaan adalah ibu yang memiliki tingkat pendidikan ke bawah padahal IMD sangat penting sebagai langkah awal penanganan bayi ketika baru lahir. Itu hal yang sangat wajar karena istilah IMD pun baru menjadi program pemerintah untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. IMD ini Penting di ketahui calon ibu sebagai pondasi ilmu dalam menangani bayi sehingga seorang ibu bijaksana dalam memutuskan yang terbaik buat sang bayi.
Inisiasi menyusui dini yang membooming dengan sebutan IMD merupakan teknik menyusui dini yang dilakukan secara aktif oleh sang bayi tanpa bantuan dari ibu. Caranya adalah sang bayi di dekatkan segera mungkin ke dada ibu minimal selama satu jam pasca persalinan selesai agar sang bayi aktif mencari puting susu ibu. Walaupun sang ibu belum bisa mengeluarkan air susu tapi IMD ini bisa dikatakan wajib untuk dilakukan karena memiliki manfaat yang sangat besar bagi ibu dan bayi.
Secara garis besar manfaat tersebut antara lain:
1.Mencegah Hipotermia.
Seperti yang kita ketahui, salah satu faktor penyebab kematian bayi di Indonesia adalah hipotermia. Bayi kehilangan kontrol suhu tubuh karena tidak bisa menyesuaikan suhu udara luar dengan suhu sewaktu di dalam lahir sehingga menyebabkan bayi kedinginan dan berakibat pada kematian. Hal tersebut sebenarnya masih bisa dihindari apabila bayi mendapatkan penanganan yang tepat. Ketika bayi baru lahir dan langsung di dekatkan pada dada sang ibu, maka sang bayi perlahan mulai menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu udara luar dengan suhu tubuh ibu sebagai ukurannya. Bila bayi merasa kedinginan, suhu tubuh ibu akan meningkat 2 derajat Celcius, sedangkan bila bayi kepanasan, kulit ibu akan menyesuaikan dengan menurunkan suhu sebanyak 1 derajat celcius (kalsel.bkkbn.go.id).
2. Mempercepat Proses Pembuatan ASI
Bayi yang baru lahir dapat mencium bau puting susu ibu ( bau cairan amnion) sehingga bayi secara aktif dapat menemukan posisi puting susu ibu. Seperti yang kita ketahui, secara refleks bayi akan menyedot air susu walaupun ibu belum bisa memproduksi ASI . Hal ini membawa efek yang positif karena menstimulasi kelenjar air susu untuk memproduksi ASI sehingga waktu yang dibutuhkan ibu untuk memproduksi ASI jauh lebih cepat.
3. Kedekatan antara ibu dan bayi.
Secara tidak langsung. IMD menciptakan kedekatan atau ikatan bathin yang kuat antara ibu dan bayinya sampai dewasa nanti. Memang dampaknya tidak bisa dilihat secara real, namun ada kedekatan dan ketenangan khusus yang bisa dirasakan antara ibu dan bayi dan semuanya berbentuk abstrak. Selain itu, apabila bayi tidak disegerakan menyusu minimal satu jam pasca kelahiran, makan naluri untuk menyusui akan terganggu setelah 40 jam pasca kelahiran.(supportbreastfeeding.wordpress.com). Tentunya hal ini membawa dampak buruk bagi perkembangan bayi nantinya karena ASI Eklusif merupakan makanan utama yang baik bagi sang bayi.
4. Imunitas
Salah satu manfaat dari IMD adalah mempercepat proses pembentukan ASI. ASI yang pertama keluar adalah kolostrum yang selain memiliki kandungan protein yang tinggi juga mengandung zat kekebalan tubuh. Daya immunitas tubuh ini membantu bayi bertahan terhadap bakteri patogen atau virus yang masuk ke daalam tubuh bayi sebelum bayi secara aktif menciptakan kekebalan aktif lewat vaksinasi. kelebihan ASI lainnya adalah mengandung zat anti infeksi yang spesifik.( stikes-solo.co.cc)
5. Pendarahan berhenti
Manfaat ini tentunya untuk sang Ibu. Ketika IMD berhasil maka refleks dari rahim adalah segera menghentikan pendarahan pada ibu. menurut (Wiharta;1992;67) menyusui dini menyebabkan rahim ibu mengkerut akibat
pengaruh hormon tertentu dan akan mengurangi perdarahan setelah melahirkan( stikes-solo.co.cc). Hormon yang berperan adalah hormon oksitosin yang menstimulus rahim untuk mempercepat berhentinya pendarahan ketika terjadi reaksi menyusui.
Nah, Manfaat dari IMD ini tentunya memberi peluang kepada ibu/ calon ibu nantinya untuk menjaga kesehatan sang bayi. Yang perlu diperhatikan adalah sasaran primer dari program IMD ini adalah ibu/ calon ibu, Namun suami juga dituntut untuk mengetahui pentingnya IMD ini karena peranannya sangat diperlukan dalam kelancaran IMD. Suami memiliki kekuasaan untuk memutuskan yang terbaik untuk sang istri dan bayinya. Misalnya saja suami berhak memonitoring tenaga kesehatan yangterlibat dalam proses persalinan dan perawatan neonatal yang tidak berkompeten agar penanganan ibu dan bayi efektif dan efesien.
Tentu, melaksanakan IMD tidak semudah membalikkan telapak tangan. Program IMD yang sedang in ini mempunyai hambatan. Hambatan tersebut antara lain:
1. Tidak meratanya pelaksanaan program IMD di pemerintah daerah
2.Belum tersebarnya informasi tata cara IMD yang tepat oleh petugas-petugas kesehatan terutama tenaga kesehatan di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan informasi yg up to date.
3. Kurangnya kesadaran pentingnya IMD di masyarakat karena kurangnya promosi dari sektor kesehatan setempat.
4. Masih banyaknya masyarakat yang berpikiran primitif karena pengaruh sosial budaya dll.
Hambatan seperti ini seharusnya dapat ditanggulangi secepat mungkin sebagai upaya perbaikan kesehatan di Indonesia. Perlunya kebijakan khusus dari pemerintah sebagai stakeholder untuk mewajibkan pelaksanaan IMD di setiap petugas kesehatan yang terlibat dalam proses persalinanan dan perawatan neonatal. Selain itu, perlunya promosi program IMD di manapun bisa berupa pelatihan/ training kepada tenaga kesehatan khususnya bidan, promosi visual menggunakan baliho. flyer di setiap fasilitas kesehatan dll. Yang terpenting adalah, masyarakat yang berfungsi sebagai pelaksana program harus bersedia untuk open minded terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang ada sehingga tujuan pembangunan khususnya di bidang kesehatan dapat tercapai.




0 Responses to “‘IMD’ Ibu wajib tahu !!!”