Kebanyakan calon pasangan yang mau menikah menantikan yang namanya Foto pre-wedding, padahal ada loh yang lebih manarik yaitu Pre- marital Medical Check up . Mungkin sebagian besar kurang menyadari pentingnya pre-medical check up karena terdengar ngebosanin banget. Tapi jika kita sadari, pemeriksaan kesehatan penting untuk tujuan preventif. Selama ini orang-orang hanya ngeh dengan pengobatan penyakit sedangkan pencegahan penyakit masyarakat tergolong cuek padahal jika kita estimasikan pengobatan penyakit lebih banyak mengeluarkan biaya dari pada pencegahannya. Pepatah ” lebih baik mencegah, dari pada mengobati” seharusnya bisa menjadi part our life . Selain cinta, kesehatan pasangan juga penting untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Perasaan takut ditinggalkan pasangan menjadi memang menjadi momok yang menakutkan akibat penyakit yang di derita. Tapi bukankan sikap saling menerima kekurangan pasangan merupakan pertimbangan seseorang untuk menikah..?? so, jangan takut untuk melakukan Pre marital medical check up.
Pre-marital medical check up merupakan pemeriksaan kesehatan calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan. Ini baik dilakukan setahun sebelum pernikahan, agar dapat dicegah sedini mungkin. ( Kompas.com). Tujuan dari pre medical check up ini adalah mencegah dan menghindari tertularnya penyakit akibat intercourse. Selain itu, pre medical check up ini penting untuk mempersiapkan kesehatan ibu dan bayi nya nanti. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang memiliki angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi akibat masa maternal dan persalinan. Namun, semua itu dapat dicegah jika mau melakukan pre medical check up karena petugas kesehatan tentu akan memberikan solusi pencegahannya. Ada beberapa cara penularan penyakit menular dengan pola vertikal ( penularan dari ibu ke bayi) yaitu melalui plasenta, jalan lahir dan air susu.Yang harus diperhatikan oleh setiap pasangan adalah menjamin kondisi masing-masing sehat dari penyakit menular seksual misalnya herpes, sifilis, HIV/AIDS, hepatitis dan Rubella. Semua penyakit ini bisa ditularkan oleh suami kepada istri atau sebaliknya yang secara tidak langsung juga akan ditularkan kepada anaknya. Misalnya penyakit Rubella yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebabkan cacat bawaan bagi sang bayi.Sifilis atau raja singa yang menginfeksi janin terjadi setelah minggu ke 16 kehamilan, dimana Treponema pallidium telah dapat menembus barier plasenta.yang dapat menimbulkan penyakit sifilis kongenital pada bayi yang dapat menyebabkan partus prematurs atau kematian bayi. Selain itu, Bayi lahir dengan lues konginetal : pemfigus sifilitus, diskuamasi telapak tangan-kaki, serta kelainan mulut dan gigi. (Pondokinfo.com). semua penyakit menular seksual ini bisa kita cegah sedini mungkin asalkan kita mengetahuinya. Untuk itu, pre- marital medical check up sangat penting dilakukan oleh setiap pasangan agar mendapatkan kehidupan yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Yang masih menjadi hambatan dan alasan bagi masyarakat untuk melakukan pre-marital medical check up adalah biaya nya yang tergolong mahal . Wajar masyarakat menengah ke bawah mengatakan mahal untuk mengakses pelayanan kesehatan ini . Tapi, ironisnya bagi kalangan menengah ke atas lebih menarik terhadap foto-prewedding yang biayanya mencapai jutaan rupiah. Selain itu, tidak semua institusi pelayanan kesehatan menyediakan pre-marital medical check up. Untuk itu, diperlukan kebijakan khusus dari pemerintah untuk mengantisipasi hal ini. Desentralisasi pembangunanan sudah seharusnya dapat memperbaiki infrastruktur kesehatan di daerah masing-masing dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Komitmen dari pemerintah berbentuk kebijakan khusus juga diperlukan sebagai pendukung. Misalnya mewajibkan setiap calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dengan biaya terjangkau atau untuk kalangan menengah bawah mendapat subsidi dari pemerintah berupa potongan harga dengan membawa surat jamkesmas dll.
Mudah-mudahan langkah ini menjadi window oppurtunity untuk memperbaiki kesehatan . Bagaimana pun pencegahan lebih baik dari pada pengobatan apalagi Indonesia yang notebene negara berkembang seharusnya menempatkan paradigma pencegahan penyakit sebagai langkah awal memperbaiki kesehatan. Kesehatan adalah Human Right yang tidak bisa ditawar-tawar dan merupakan kewajiban kita semua untuk memelihara kesehatan.
Ayo masih mau foto pre-wedding yang gila mahalnya atau pre- marital medical check up yang preventif banget???




0 Responses to “Suka yang mana..???Foto Pre-wedding atau Pre-marital Medical Check up?”